Outsourcing dan Headhunter

Dalam bidang rekrutmen, dikenal dua istilah. Ada headhunter, ada pula outsourcing. Apa bedanya, dan apa gunanya untuk para pencari kerja?

Headhunter merupakan sebuah jasa konsultan yang dipercaya para perusahaan untuk mencari top professional atau senior executive dengan keahlian spesifik dan khusus untuk menempati posisi tertentu di sebuah perusahaan. Tugasnya mencari kandidat terbaik untuk posisi tertentu sesuai dengan kebutuhan perusahaan klien, terutama untuk level atas, seperti manajer, CEO, dan sebagainya. Sebelum memulai pencarian, ia akan mencari informasi tentang kualifikasi kandidat dari perusahaan klien. Biasanya berupa keahlian, pengalaman kerja, dan sebagainya.

Selain istilah headhunter, dalam dunia kerja juga dikenal istilah outsourcing. Meskipun keduanya sama-sama bergerak di bidang rekrutmen, pada outsourcing biasanya kandidat terdaftar sebagai pegawai di perusahaan outsourcing dan dibayar oleh perusahaan outsourcing. Namun, kemudian dipekerjakan di perusahaan lain yang menjadi klien perusahaan outsourcing tersebut.

Sedangkan headhunter menerima order dari perusahaan klien untuk mencarikan kandidat yang tepat untuk menempati satu posisi di perusahaan klien. Ketika headhunter telah berhasil merekrut kandidat untuk mengisi posisi di perusahaan klien, heandhunter tidak akan menagihkan pembayaran apa pun atau mengirimkan invoice kepada kandidat. Headhunter hanya akan menagihkan pembayaran apa pun atau megirimkan invoice kepada kandidat. Headhunter hanya akan menagihkan pembayaran kepada pihak klien sesuai dengan jumlah yang telah disepakati di awal negosiasi dan dituliskan ke dalam terms of business yang ditandatangani bersama.

Outsourcing biasanya dilakukan untuk memperkecil biaya produksi atau untuk memusatkan perhatian kepada hal utama dari perusahaan tersebut. Bidang pekerjaan outsourcing yang dapat diserahkan kepada perusahaan lain harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
- dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama;
- dilakukan dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi kerja;
- merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara keseluruhan dan;
- tidak menghambat proses produksi secara langsung;

Bidang pekerjan untuk outsourcing, menurut UU 13 Tahun 2003 (Pasal 66, ayat 1). diantaranya adalah sebagai berikut ini:
- Usaha pelayanan kebersihan;
- Usaha penyedia tenaga pengaman;
- Usaha penyedia angkutan pekerja/buruh;
- Usaha penyedia makanan bagi pekerja/buruh;
- Usaha jasa penunjang pertambangan dan perminyakan;

Sumber:
http://female.kompas.com/read/2010/11/05/14300888/beda.headhunter.dan.outsourcing
https://id.wikipedia.org/wiki/Alih_daya

Featured Jobs

Supervisor logistik
PT pt.redaksi jhonlin group

Pendamping konselor
PT BNN INDONESIA

Jobs Resmi PT PERTAMINA (Persero)
PT Pertamina Persero Terbatas

Acounting Indofood Sukses Makmur Terbaru
PT Indofood Sukses Makmur Tbk.